Biangnya istighfar
Sayyidul-Istighfâr ialah : “Allâhumma anta Rabbî, lâ ilâha illâ Anta khalaqtanî, wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ûdzu bika min syarri mâ shana’tu, abû-u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abû-u bi dzanbî, faghfir-lî, fa innahû lâ yaghfirudz-dzunûba illâ Anta”. Barang siapa yang membacanya di waktu sore hari, kemudian ia mati pada malamnya, niscaya ia masuk Surga. Dan barang siapa yang membacanya di waktu subuh, kemudian ia mati pada hari itu, niscaya ia masuk Surga.
(H.R. Bukhârî)
Terjemahannya :
“Ya Allâh, Engkau Rabb-ku, tidak ada sesembahan kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Dan aku hamba-Mu. Dan aku di atas janji-Mu dan peringatan-Mu (maksudnya : Aku harus mentaati perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu) semampu aku. Aku berlindung pada-Mu dari keburukan apa yang telah aku lakukan. Aku kembali kepada-Mu dengan kenikmatan-Mu atasku. Dan aku kembali dengan dosaku. Maka ampunilah aku. Maka sesungguhnya tidak ada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.
(Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” HR. Al-Bukhari 7/150)
</div>
|