JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akhirnya resmi menerima pendaftaran enam pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan bertarung pada pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) DKI 2012 yang dijadwalkan pada 11 Juli mendatang.
Pendaftaran dibuka sejak Selasa (13/3) dan ditutup Senin (19/3) pukul 00.00 WIB. Pada hari terakhir kemarin, KPU DKI menerima pendaftaran tiga kandidat cagub dan cawagub yang diusung partai politik, yakni pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama yang diajukan koalisi PDIP, Gerindra dan partai-partai "gurem" nonparlemen.
Kemudian pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli yang dicalonkan oleh Partai Demokrat berkoalisi dengan enam partai politik, yakni Partai Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Kasih Demokrasi Indonesia.
Sebelum mendaftar ke KPU DKI, pasangan Fauzi dan Nachrowi menyampaikan keterangan kepada puluhan wartawan dan melakukan deklarasi di Sekretariat Tim Pemenangan Fauzi-Nachrowi di Jalan Diponegoro No 61, Jakarta Pusat. Pasangan itu mendaftarkan diri pukul 22.00 WIB.
PKS yang memiliki 18 kursi di DPRD akhirnya mendaftarkan cagub dan cawagubnya, yakni Hidayat Nur Wahid dan Didiek J Rachbini yang selama ini dikenal sebagai kader PAN. Namun, hal ini tidak berarti PKS berkoalisi dengan PAN.
"Kami tidak berkoalisi dengan PKS meski kader PAN Pak Didiek J Rachbini dicalonkan sebagai cawagub berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid. PAN kan sudah tanda tangan berkoaliasi dengan Partai Demokrat mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi," kata Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Sugiyanto.
Pada Minggu (18/3), Alex Noerdin dan Nono Sampono, yang dicalonkan oleh koalisi Partai Golkar, PPP dan Partai Damai Sejahtera (PDS) versi DPP PDS pimpinan Deny Tewu yang memenangkan gugatan ke Mahkamah Agung (MA), telah mendaftarkan diri.
Sebelumnya, KPU DKI menerima pendaftaran dua pasangan cagub dan cawagub dari jalur perorangan yakni Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Supandji serta Achmad Riza Patria.
Meski KPU DKI menerima enam pendaftaran cagub-cawagub, belum tentu semua lolos. Sebab, dua pasangan dari jalur independen tersebut masih harus menambah dukungan agar dapat memenuhi persyaratan dukungan yang diwujudkan sebanyak 407.000 fotokopi KTP. Enam pasangan tersebut akan diverifikasi, sebelum diumumkan pada awal April mendatang.
Pasangan Fauzi dan Nachrowi yakin mampu memperoleh kepercayaan dari rakyat DKI untuk memimpin Pemprov DKI periode 2012-2017. "Kita kenal masalah Jakarta. Kita kenal rakyat Jakarta, dan kita akan membangun kota tanah kelahiran kita sesuai aspirasi rakyat Jakarta," ujar Fauzi Bowo.
Fauzi Bowo mengaku menghormati kandidat lain yang sudah mendaftarkan diri menjadi cagub dan cawagub. "Saya mengajak semua kandidat untuk berkompetisi secara sehat dan fair, jujur, dan adil. Kita tidak ingin menang dengan cara-cara yang tidak terhormat," ujar Bang Foke-panggilan akrab Fauzi Bowo.
Terkait dukungan Fauzi dan Nachrowi, saat dilakukan deklarasi, ada yang membuat banyak orang bertanya-tanya, yakni dukungan dari DPD PDS DKI. Sebab, DPP PDS yang telah membentuk carateker yang dipimpin Gedeon Mamahit sudah berkoalisi mendukung pasangan Alex-Nono.
Deklarasi pasangan Fauzi dan Nachrowi Ramli berlangsung meriah, namun ratusan kendaraan bermotor yang diparkir di bahu jalan Diponegoro membuat macet arus lalu lintas.
Sementara itu, PDI Perjuangan bersama Gerindra dan partai-partai yang tidak memiliki kursi di DPRD sepakat mendukung Wali Kota Surakarta Joko Widodo yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama atau lebih dikenal sebagai Ahok. Ia merupakan mantan bupati di Bangka-Belitung, yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar.
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengaku senang karena akhirnya ada kesepakatan antara PDIP dan Partai Gerindra soal calon gubernur dan cawagub yang diusung dalam Pilkada DKI. "Kami sangat senang ada kesepakatan bersama PDIP dan Gerindra yang didukung semua parpol yang ada," kata Tjahjo.
Ia mengakui, proses penentuan Ahok sebagai pendamping Jokowi memang cukup alot. "Kenapa lama diumumkan, karena PDIP dan Gerindra banyak kader," kata anggota Komisi I DPR itu.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengaku puas dengan hasil rapat kedua partai yang akhirnya mengusung Jokowi dan Ahok.
Ayo Gan, sukseskan Pilkada DKI Jakarta dengan memilih calon Cagub-Cawagub Pilihan Ente :loveindonesia